Lompat ke konten utama

Sumba Terkini

Berita Terkini

Menyambangi Korban Gempa Flores di Heawea, Desa Terisolir di Ngada

DAMPAK GEMPA - Kunjungan Kapolres Ngada dan rombongan ke wilayah terdampak gempa Flores di Kabupaten Ngada, Selasa (8/9/2026). (Foto : Humas Polres Ngada - Sumba Terkini).

SUMBATERKINI.COM, Bajawa – Desa Heawea, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), merupakan salah satu daerah terisolir yang turut terdampak gempa Flores berkekuatan 7,7 Magnitudo pada 15 Agustus 2026 lalu.

Belum ada akses yang memadai di desa ini, terutama infrastruktur jalan yang masih menjadi persoalan klasik dan berlangsung menahun.

Kondisi tersebut turut menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat, meski Desa Heawea memiliki komoditas pertanian dengan kondisi tanah yang cukup subur.

Desa ini kemudian kembali menjadi sorotan ketika gempa melanda wilayah Flores. Beragam organisasi dan komunitas telah mendatangi desa tersebut. Pemerintah, TNI-Polri dan berbagai pihak lainnya juga turut memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Baca Juga : Harmoni dalam Buku Sumba Timur Tanah Eksotis Karya AKBP Gede Harimbawa

Selasa, 8 September 2026, Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa bersama Bupati Ngada, Wakil Bupati Ngada dan jajaran BNPB pusat menyambangi Desa Heawea untuk menyalurkan bantuan sekaligus bercengkerama dengan para korban gempa, terutama anak-anak.

Selain di Heawea, pada hari yang sama, rombongan juga menyambangi para korban gempa di Desa Uluwae, Kecamatan Bajawa Utara.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir Kepala BNPB Pusat Brigjen TNI Agus Setyawan, S.Sos., M.Sc., serta Dewan Pengarah BNPB Dr. Drs. Isroil Samihardjo, M.Def.Stud.

Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa kepada Sumba Terkini, yang kurang lebih baru sebulan bertugas di Ngada, mengatakan waktu tempuh dari pusat Kota Bajawa menuju Desa Heawea kurang lebih tiga hingga empat jam.

Baca Juga : Tarian Ja’i Warnai Penyambutan Kapolres Ngada AKBP Gede Harimbawa

Menurutnya, lamanya waktu tempuh tersebut lebih disebabkan oleh kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai.

“Kegiatan penyaluran Bantuan sosial ini sebagai upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak, memberikan dukungan dan Kepedulian terhadap masyarakat,” kata AKBP Gede Harimbawa kepada Sumba Terkini.

Tidak hanya itu, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemulihan trauma yang dialami masyarakat pascagempa.

Menurutnya, di Desa Heawea terdapat rumah-rumah adat, terutama yang telah menggunakan material batako, yang turut terdampak gempa.

Baca Juga : Bupati Lapor ke Presiden Gempa Lumpuhkan Layanan Kesehatan dan 80 Persen Sekolah di Nagekeo

Di tengah proses pemulihan, aktivitas belajar anak-anak sekolah mulai terlihat meski masih berlangsung dalam kondisi darurat.

Anak-anak juga tampak antusias menyambut kedatangan rombongan. Semangat dan motivasi menjadi modal penting bagi mereka untuk terus bangkit, sembari pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait terus membantu proses pemulihan.

Dalam kunjungan tersebut, juga dilakukan pendataan untuk kebutuhan rekonstruksi rumah warga yang terdampak gempa.

Data yang dirangkum dan diterima Sumba Terkini per 25 Agustus 2026, terdapat 184 kepala keluarga yang terdampak gempa di Desa Heawea. Sebanyak 67 rumah mengalami rusak berat, 45 rumah rusak sedang dan 72 rumah rusak ringan.

Sementara itu, total warga yang terdampak mencapai 736 jiwa. Dalam data tersebut, belum terdapat rumah yang tercatat tidak terdampak gempa.*

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI UNTUKMU

ARTIKEL LAINNYA