SUMBATERKINI.COM, Waingapu – Kabut menyelimuti langit Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini diduga akibat sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan yang terpantau di sejumlah wilayah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Umbu Mehang Kunda Waingapu mencatat puluhan titik panas di Pulau Sumba pada periode 14 – 18 Oktober 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Umbu Mehang Kunda Waingapu, Carles Alexander Tari dalam keterangan tertulisnya kepada Sumba Terkini menjelaskan bahwa berdasarkan analisis sebaran titik panas, kabut yang terjadi hingga saat ini disebabkan oleh sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mendeteksi 43 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang pada 14 Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat menjadi 63 titik pada 15 Oktober dan mencapai 65 titik pada 16 Oktober.
Baca Juga : Gempa Magnitudo 4,7 di Sumba Timur, BMKG Catat 585 Kali Gempa Susulan
Pada 17 Oktober, jumlah titik panas turun menjadi 19 titik dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi. Namun, pada 18 Oktober, BMKG kembali mendeteksi 47 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi.
Sebaran asap tersebut menjadi perhatian karena kabut dapat mengurangi jarak pandang mendatar dan mengganggu aktivitas masyarakat.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus.
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, termasuk membakar padang rumput. Selain berisiko memperburuk kondisi kabut asap, pembakaran dapat berdampak pada penurunan jarak pandang.
Baca Juga : 443 Gempa Susulan Terjadi di Sumba Barat Daya, Siswa Belajar di Luar Kelas
Kondisi jarak pandang yang menurun berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, dan Bandara Lede Kalumbang.
Untuk memperoleh informasi cuaca yang dapat dipercaya, BMKG mengimbau masyarakat mengakses kanal resmi melalui situs www.bmkg.go.id, akun media sosial terverifikasi @infoBMKG, serta aplikasi Info BMKG.
BMKG berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memperburuk kondisi kabut asap di Pulau Sumba*