SUMBATERKINI.COM, WAINGAPU – Kreativitas panitia HUT ke-75 Paroki Sang Penebus Waingapu dalam mengemas turnamen bola voli antar umat lintas agama mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani.
Tidak hanya menghadirkan pertandingan olahraga, kegiatan yang resmi dibuka di halaman Gereja Stasi Santa Elisabeth Lambanapu, Selasa (2/6/2026), itu juga memadukan seni budaya, UMKM, dan hiburan dalam satu perhelatan yang melibatkan masyarakat luas.
Momentum pembukaan turnamen ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati. Turnamen ini melibatkan 19 tim putra dan 8 tim putri yang akan bersaing hingga akhir Juni mendatang.
Antusiasme umat terlihat sejak pembukaan yang diwarnai tarian daerah, panggung musik, serta kehadiran stan UMKM yang menawarkan beragam kuliner lokal dan produk kreatif masyarakat.
Baca Juga : Unkriswina Cup XIII 2026, Unkriswina Ukir Kemenangan Tipis di Laga Pembuka
Didampingi Ketua Panitia HUT Paroki, Frits Djae, dan Pastor Paroki Sang Penebus Waingapu, Pater Rano Nedy CSSR, Wakil Bupati juga meninjau stan-stan UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.
“Ini adalah salah satu pembukaan turnamen olahraga di Sumba Timur yang dikemas dengan meriah dan megah,” ujar Yonathan Hani, disambut tepuk tangan umat yang hadir.
Menurutnya, konsep yang memadukan olahraga dengan UMKM, seni budaya, dan hiburan menjadi nilai lebih yang patut diapresiasi. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat persaudaraan, serta menggerakkan ekonomi lokal.
Wakil Bupati mengajak warga Waingapu dan Sumba Timur untuk datang mendukung tim kesayangan mereka sekaligus menikmati berbagai kegiatan yang telah disiapkan panitia. Ia menilai momentum seperti ini menjadi sarana membangun kebersamaan dan memperkuat silaturahmi antarwarga.
Baca Juga : Langkah Persada SBD di Liga 4 Nasional Terhenti di Babak 32 Besar
Ia juga mendorong para pemain untuk tampil maksimal karena turnamen seperti ini menjadi wadah pengembangan bakat, khususnya bagi generasi muda. Bahkan, ia berharap dari ajang-ajang seperti ini dapat lahir atlet-atlet yang kelak memperkuat NTT pada PON 2028.
“Ini pertandingan, turnamen yang dibikin dengan sangat kreatif. Bukan hanya pertandingan tetapi juga ada stand UMKM. Jadi ini juga memberikan dampak pada perputaran ekonomi lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Pater Rano Nedy, CSSR, mengatakan konsep kegiatan tersebut lahir dari keinginan untuk menghadirkan perayaan HUT Paroki yang mampu menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Selain membangun kebersamaan umat, kegiatan itu juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal dan menumbuhkan semangat saling mencintai serta berbagi kebaikan.
“UMKM ini merupakan denyut nadi ekonomi masyarakat dengan produk-produk lokal yang terus hidup dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Baca Juga : Unkriswina Cup XIII, Menjaga Tradisi, Mengasah Generasi Unggul dan Tangguh
Ketua Panitia, Frits Djae, menjelaskan turnamen tersebut juga diikuti banyak pemain jebolan Ben Boy Cup yang dikenal sebagai salah satu ajang bola voli terbesar di NTT. Karena itu, pertandingan diperkirakan berlangsung kompetitif dan menarik untuk disaksikan.
Menurutnya, penyelenggaraan turnamen tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga menghadirkan ruang bagi pelaku UMKM dan seniman lokal untuk terlibat dalam perayaan HUT Paroki. Dengan demikian, manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Untuk mengantisipasi lonjakan penonton, panitia telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, guna mengatur kelancaran kegiatan dan area parkir kendaraan.
Frits berharap seluruh pihak dapat menjaga kebersamaan dan persaudaraan sehingga turnamen yang berlangsung hingga 30 Juni mendatang dapat berjalan lancar serta menghadirkan makna dan nilai bagi masyarakat.*
