Kategori: Sumba Barat Daya

  • Liga 4 Nasional, Persada SBD Tutup Perjalanan dengan Kemenangan atas Persebi Boyolali

    Liga 4 Nasional, Persada SBD Tutup Perjalanan dengan Kemenangan atas Persebi Boyolali

    SUMBATERKINI.COM, TAMBOLAKA – Persada Sumba Barat Daya (SBD) menutup kiprahnya di putaran 32 besar Liga 4 Nasional 2026 dengan kemenangan 2-1 atas Persebi Boyolali di Stadion Kebo Giro, Jawa Tengah, Selasa (16/6/2026).

    Meski telah dipastikan gagal lolos ke babak berikutnya setelah menelan dua kekalahan pada laga sebelumnya, Persada tetap tampil ngotot dan berhasil mengakhiri turnamen dengan hasil positif.

    Persada sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Ronan pada menit ke-12. Namun tim asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mampu bangkit dan menyamakan kedudukan lewat gol Kristoforus pada menit ke-36.

    Baca Juga : Langkah Persada SBD di Liga 4 Nasional Terhenti di Babak 32 Besar

    Gol kemenangan Persada akhirnya lahir pada menit ke-79 melalui Gaudensius, sekaligus memastikan kemenangan perdana mereka di fase 32 besar.

    Sebelum menghadapi Persebi Boyolali, tim asuhan Adnan Mahing kalah 0-1 dari Celebest FC dan kemudian takluk 0-3 dari Wamena United. Hasil tersebut membuat Persada tidak lagi memiliki peluang untuk melaju ke babak 16 besar.

    Meski demikian, penampilan Persada di Liga 4 Nasional patut diapresiasi. Pada putaran 64 besar, mereka tampil cukup meyakinkan di Grup L bersama Harimau Indonesia FC, Persinga Ngawi, dan PS Tunas Muda Bengkulu.

    Baca Juga : BMKG : Cuaca Sumba Masih Berpotensi Hujan Hingga 22 Juni, Waspadai Angin Kencang

    Persada mengawali turnamen dengan kemenangan 3-0 atas Harimau Indonesia FC. Pada laga kedua mereka kalah 0-2 dari Persinga Ngawi, sebelum bangkit dengan kemenangan telak 5-1 atas PS Tunas Muda Bengkulu yang mengantarkan mereka lolos ke putaran 32 besar sebagai runner-up grup.

    Walau langkah mereka terhenti di fase 32 besar, Persada telah mencatatkan sejarah tersendiri bagi sepak bola Sumba Barat Daya. Keikutsertaan mereka di level nasional menjadi suntikan semangat bagi perkembangan sepak bola di daerah tersebut.

    Persada merupakan tim yang mewakili Kabupaten Sumba Barat Daya, daerah yang berdiri pada tahun 2007 setelah dimekarkan dari Kabupaten Sumba Barat.

    Baca Juga : Viral di Media Sosial, Muara Watumbaka di Sumba Timur Pikat Wisatawan Lokal

    Empat tahun setelah kabupaten itu terbentuk, Persada sukses menjuarai El Tari Memorial Cup (ETMC) 2011 saat bertindak sebagai tuan rumah. Namun setelah itu, prestasi mereka cenderung menurun dan jarang bersaing di papan atas turnamen sepak bola terbesar di NTT tersebut.

    Kebangkitan Persada mulai terlihat pada ETMC XXXIII 2025 di Ende. Saat itu mereka berhasil menembus empat besar dan mengakhiri turnamen di peringkat keempat.

    Sebenarnya kuota wakil NTT untuk Liga 4 Nasional diberikan kepada juara, runner-up, dan peringkat ketiga ETMC. Namun Bajak Laut FC yang finis di posisi ketiga belum memenuhi persyaratan administratif sehingga kuota tersebut diberikan kepada Persada Sumba Barat Daya.

    Kesempatan itu berhasil dimanfaatkan dengan baik. Persada tidak hanya mampu lolos ke Liga 4 Nasional, tetapi juga menembus putaran 32 besar sebelum akhirnya mengakhiri perjuangan dengan kemenangan atas Persebi Boyolali.*

  • Langkah Persada SBD di Liga 4 Nasional Terhenti di Babak 32 Besar

    Langkah Persada SBD di Liga 4 Nasional Terhenti di Babak 32 Besar

    SUMBATERKINI.COM, TAMBOLAKA – Perjalanan Persada Sumba Barat Daya di Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 harus terhenti pada babak 32 besar. Wakil Nusa Tenggara Timur (NTT) itu gagal melanjutkan langkah setelah menelan dua kekalahan beruntun di Grup U.

    Pada laga pertama, Persada kalah tipis 0-1 dari Celebest FC. Nasib serupa kembali menghampiri tim berjuluk Laskar Loda Wee Maringi itu saat takluk 0-3 dari Wamena United pada pertandingan kedua, Sabtu (13/6/2026).

    Hasil tersebut membuat tim asuhan Adnan Mahing kehilangan peluang untuk bersaing memperebutkan tiket ke babak berikutnya. Laga terakhir melawan Persebi Boyolali tidak lagi berpengaruh terhadap posisi Persada di klasemen grup.

    Meski langkah mereka terhenti di babak 32 besar, perjalanan Persada di kompetisi nasional patut mendapat apresiasi. Sebelumnya, mereka tampil cukup meyakinkan pada fase 64 besar.

    Baca Juga : Unkriswina Cup XIII, Menjaga Tradisi, Mengasah Generasi Unggul dan Tangguh

    Tergabung di Grup L bersama Harimau Indonesia FC, Persinga Ngawi, dan PS Tunas Muda Bengkulu, Persada membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Harimau Indonesia FC. Pada laga kedua mereka kalah 0-2 dari Persinga Ngawi, namun mampu bangkit dengan kemenangan telak 5-1 atas PS Tunas Muda Bengkulu.

    Kemenangan besar tersebut mengantarkan Persada lolos ke babak 32 besar dengan status runner-up grup sekaligus menjaga asa sepak bola Sumba Barat Daya di pentas nasional.

    Terlepas dari kegagalan melangkah lebih jauh, keikutsertaan Persada di Liga 4 Nasional menjadi catatan penting dalam sejarah sepak bola Sumba Barat Daya.

    Klub yang berdiri pada 2007, bertepatan dengan lahirnya Kabupaten Sumba Barat Daya sebagai daerah otonom baru hasil pemekaran dari Kabupaten Sumba Barat, kembali menunjukkan eksistensinya di level nasional.

    Baca Juga : Unkriswina Cup XIII 2026, Unkriswina Ukir Kemenangan Tipis di Laga Pembuka

    Persada pernah mencatat prestasi gemilang dengan menjuarai ETMC 2011 saat bertindak sebagai tuan rumah. Namun setelah itu, mereka cukup lama kesulitan menembus jajaran elite sepak bola NTT dalam ajang El Tari Memorial Cup (ETMC).

    Kebangkitan mulai terlihat pada ETMC XXXIII 2025 di Ende. Saat itu Persada berhasil menembus empat besar dan mengakhiri turnamen di posisi keempat.

    Meski bukan bagian dari tiga besar, Persada akhirnya mendapat kesempatan tampil di Liga 4 Nasional setelah Bajak Laut FC yang finis di peringkat ketiga tidak memenuhi persyaratan administratif sebagai peserta.

    Kesempatan tersebut mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Persada hingga mencapai babak 32 besar. Pencapaian ini sekaligus menjadi suntikan semangat bagi perkembangan sepak bola di Sumba Barat Daya dan menjadi modal berharga untuk menatap kompetisi-kompetisi berikutnya.*