Penulis: Subastian Manunggala

  • Tokoh Masyarakat Sumba Tengah Ajak Generasi Muda Aktif Mengawal Kebijakan Publik

    Tokoh Masyarakat Sumba Tengah Ajak Generasi Muda Aktif Mengawal Kebijakan Publik

    Sejumlah tokoh masyarakat di Sumba Tengah mengajak generasi muda untuk lebih aktif terlibat dalam mengawal berbagai kebijakan publik yang berkaitan dengan pembangunan daerah. Keterlibatan pemuda dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

    Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan dialog publik yang melibatkan organisasi kepemudaan, mahasiswa, serta perwakilan masyarakat desa. Para narasumber menekankan bahwa partisipasi warga, khususnya generasi muda, merupakan bagian penting dari proses demokrasi dan pembangunan yang berkelanjutan.

    Baca Juga: Program Beasiswa untuk Pelajar Pedalaman Sumba Selatan Diperluas Tahun Ini

    Selain mengawasi jalannya kebijakan, pemuda juga didorong untuk berkontribusi melalui gagasan, inovasi, dan kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan keterlibatan yang lebih aktif, generasi muda diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

  • Unkriswina Cup XIII, Menjaga Tradisi, Mengasah Generasi Unggul dan Tangguh

    Unkriswina Cup XIII, Menjaga Tradisi, Mengasah Generasi Unggul dan Tangguh

    SUMBATERKINI.COM,WAINGAPU – Unkriswina Cup kembali menorehkan sejarah. Memasuki edisi ke-13, turnamen bergengsi yang digelar oleh Unkriswina ini terus bertahan di tengah berbagai dinamika dan tantangan.

    Tahun ini, ajang tersebut mengusung tema ‘Mewujudkan Generasi Unggul, Tangguh, dan Kompetitif Melalui Solidaritas dalam Berkompetisi’.

    Dalam seremoni pembukaan di Lapangan Matawai, Senin (25/5/2026), Rektor Rektor Unkriswina, Umbu Ho Ara menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta.

    Ia menegaskan bahwa kompetisi harus dijalani dengan tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kekeluargaan, dan sportivitas

    Baca Juga : Krisis Air Bersih di Sumba Barat Jadi Sorotan Aktivis Sosial dan Pemuda Desa

    “Sebuah tema yang menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar soal menang atau kalah, bukan hanya tentang duel keras di atas lapangan, melainkan ruang yang mempersatukan semangat, persaudaraan, dan kebersamaan,” ujarnya. 

    Lebih dari sekadar turnamen tahunan, Wira Wacana Cup telah menjadi panggung pembinaan.

    Dari lapangan ini, bibit-bibit muda ditempa untuk berkembang, mengasah mental bertanding, sekaligus membuka jalan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

    Di tengah riuh sorak pendukung dan tensi pertandingan yang selalu menyala, Unkriswina Cup terus membuktikan diri sebagai ruang lahirnya generasi muda yang kompetitif, tangguh, dan siap melangkah lebih jauh, tanpa kehilangan nilai solidaritas yang menjadi ruh sepak bola itu sendiri.*

  • Budaya Sumba Tetap Lestari di Tengah Arus Modernisasi

    Budaya Sumba Tetap Lestari di Tengah Arus Modernisasi

    Sumbaterkini.com — Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur, terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan budaya yang masih terjaga kuat hingga saat ini. Berbagai tradisi adat, kepercayaan leluhur, hingga arsitektur rumah adat masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sumba. Budaya tersebut tidak hanya menjadi identitas masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara.

    Baca Juga: Dunia Pendidikan di Waingapu Hadapi Tantangan Infrastruktur dan Akses Digital

    Salah satu tradisi yang paling terkenal adalah Pasola, sebuah ritual adat perang berkuda yang dilakukan oleh dua kelompok penunggang kuda dengan saling melempar lembing kayu. Tradisi ini merupakan bagian dari rangkaian upacara kepercayaan Marapu dan dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta ungkapan syukur atas hasil panen. Selain memiliki nilai spiritual yang tinggi, Pasola juga menjadi simbol keberanian, persaudaraan, dan solidaritas masyarakat Sumba.

    Baca Juga: Tokoh Masyarakat Sumba Tengah Ajak Generasi Muda Aktif Mengawal Kebijakan Publik

    Selain Pasola, masyarakat Sumba juga dikenal dengan rumah adat Uma Mbatangu yang memiliki atap menjulang tinggi. Rumah adat ini mencerminkan hubungan erat antara manusia, alam, dan roh leluhur dalam kepercayaan Marapu. Di berbagai kampung adat, tradisi menenun kain ikat Sumba juga masih diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya. Pemerintah daerah bersama masyarakat adat terus berupaya melestarikan kekayaan budaya tersebut agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda serta dunia internasional.